Showing posts with label SEMESTER 4. Show all posts
Showing posts with label SEMESTER 4. Show all posts

Wednesday, January 16, 2019

kesulitan belajar

BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Kesulitan belajar merupakan bidang yang sangat luas, dan sangat kompleks untuk dipelajari, karena menyangkut sekurang-kurangnya aspek psikologis, neurologis, pendidikan dan aspek kehidupan sosial anak dalam keluarga atau masyarakat. Setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berbeda dalam memahami dan menjelaskan fenomena kesulitan belajar yang dialami oleh seorang anak.
Ilmu pendidikan berpendirian bahwa semua anak memiliki perbedaan dalam perkembangan yang dialami, kemampuan yang dimiliki, dan hambatan yang dihadapi. Akan tetapi ilmu pendidikan juga berpendirian bahwa meskipun setiap anak mempunyai perbedaan-perbedaan, mereka tetap sama yaitu sebagai seorang anak. Oleh karena itu jika kita berhadapan dengan seorang arang anak, yang pertama harus dilihat, ia adalah seorang anak, bukan label kesulitannya semata-mata yang dilihat. Dengan kata lain pendidikan melihat anak dari sudut pandang yang positif, dan selalu melihat adanya harapan bahwa anak akan dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sudut pandang seperti inilah yang mendorong para pendidik untuk bersikap optimis dan tidak pernah menyerah.
Pendidikan memposisikan anak sebagai pusat aktivitas dalam pembelajaran. Ketika pembelajaran dilakukan maka

Monday, March 21, 2016

Pengelolaan Asrama di Yayasan Podok Pesantren Daarul Muttaqien Surabaya (MANAJEMEN LAYANAN KHUSUS)

BAB 1
PENDAHULUAN
A.Konteks Penelitian
Sekolah merupakan tempat siswa atau peserta didik mengemban ilmu serta melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam rangka mengembangkan kepribadian, keterampilan serta pengetahuan. Salah satu yang menunjang berlangsungnya kegiatan peserta didik tersebut agar berlangsung secara efektif dan efisien adalah asrama. Asrama merupakan suatu tempat penginapan yang ditujukan untuk anggota suatu kelompok, umumnya murid-murid sekolah.Alfin Toffler (dalam Kusmintardjo,1993)  memberikan batasan asrama sekolah sebagai berikut: “Asrama adalah

Sunday, March 20, 2016

Makalah Profesi Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan IPTEK semakin luas. Hal ini berdampak terhadap perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang akhirnya berdampak pada kehidupan di sekolah. Salah satu kekuatan dalam pengelolaan sekolah yang berperan dan bertanggung jawab guna menghadapi perubahan yakni kepemimpinan kepala sekolah.
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 pasal 12 ayat 1 bahwa: “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan

Laporan Penelitian SMP SHAFTA SBY (Evaluasi Program Pendidikan)

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Evaluasi merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan. Evaluasi di gunakan untuk pengambilan keputusan yang berguna untuk menjadikan suatu program maupun pekerjaan menjadi lebih baik ( Arikunto, Suharsini 2014 : 4 ).  
Arikunto, suharsini (Stufflebeam 1971:2,) menyatakan bahwa evaluasi merupakan proses penggambaran, pencarian, dan pemberian informasi yang sangat bermanfaat bagi pengambilan keputusan dalam menentukan alternatif  keputusan. Sedangkan evaluasi program adalah langkah awal dari supervisi,yaitu pengumpulan data yang tepat agar dapat dilanjutkan dengan pemberian pembinaan yang tepat pula (Suharsini, arikunto 2014 : 29 )
Sekolah merupakan lembaga pendidikan, yang menampung peserta didik dan dibina agar mereka memiliki kemampuan, kecerdasan dan keterampilan. Dalam proses pendidikan diperlukan pembinaan secara berkoordinasi dan terarah. Dengan Demikian siswa diharapkan dapat mencapai prestasi belajar yang maksimal sehingga tercapainya tujuan pendidikan.
Dalam pembinaan siswa di sekolah, banyak wadah atau program yang dijalankan demi menunjang proses pendidikan yang kemudian atas prakarsa sendiri dapat meningkatkan kemampuan, keterampilan ke arah pengetahuan yang lebih maju. Salah satu wadah pembinaan siswa di sekolah adalah kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan yang diadakan dalam program ekstrakurikuler didasari atas tujuan dari pada kurikulum sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler

Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Keberhasilan serta kesuksesan suatu pendidikan melibatkan faktor internal dan eksternal, diantara faktor tersebut yaitu lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar lingkungan sekolah. Karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat. Ini berarti mengisyaratkan bahwa orang tua murid/wali murid dan masyarakat mempunyai tanggung jawab untuk berpartisipasi, turut memikirkan dan memberikan bantuan baik material maupun moril dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah agar tercapai tujuan pendidikan secara maksimal.
Program Sekolah tentunya tidak dapat berjalan lancar apabila tidak mendapat dukungan masyarakat. Oleh karena itu pemimpin sekolah perlu terus menerus membina hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat. Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program-program yang sedang dijalankan, agar masyarakat mengetahui dan memahami program-program apa saja yang sedang berjalan, sehingga apabila

Tuesday, February 16, 2016

Laporan Penelitian PKBM Sumber Ilmu Sidoarjo

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  RASIONAL
Dewasa ini perkembangan dunia yang begitu pesat menjadikan kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat. Namun, pada kenyataannya masih banyak masyarakat yang masih belum mengenyam pendidikan formalnya, entah hal tersebut dikarenakan rendahnya tingkat ekonomi masyarakat, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan pendidikan dan juga terjadinya hal-hal insidental yang tidak diharapkan terjadi seperti hamil pranikah. Kebutuhan akan pendidikan sangatlah penting diharapkan dengan adanya masyarakat yang mengenyam pendidikan akan menjadikan suatu negera menjadi negara yang lebih baik.
Pendidikan menurut Ibnu Khaldun (dalam Ariyanto) adalah transformasi nilai-nilai dari pengalaman untuk mempertahankan eksistensi manusia dalam masyarakat yang berkebudayaan serta zaman yang terus berkembang, maka pendidikan sebagai suatu proses untuk mewujudkan suatu masyarakat yang berkebudayaan serta masyarakat yang seutuhnya. Berdasarkan pemaparan Ibnu Khaldun yang mengartikan bahwa maju mundurnya suatu bangsa

Tuesday, February 9, 2016

Makalah Profesi Pendidikan

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan IPTEK semakin luas. Hal ini berdampak terhadap perubahan dalam kehidupan masyarakat, yang akhirnya berdampak pada kehidupan di sekolah. Salah satu kekuatan dalam pengelolaan sekolah yang berperan dan bertanggung jawab guna menghadapi perubahan yakni kepemimpinan kepala sekolah.
Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1990 pasal 12 ayat 1 bahwa: “Kepala sekolah bertanggungjawab atas penyelenggaraan kegiatan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga kependidikan lainnya, dan

Rangkuman Materi PNF

           Menurut Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa fungsi PNF adalah mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan ketrampilan fungsional serta mengembangkan sikap dan kepribadian professional. Dengan kata lain Pendidikan Non Formal merupakan sebuah pendidikan alternatif bagi mereka yang terkendala dalam memperoleh pendidikan jalur formal.
Hal ini sesuai dengan tujuan PLS yang ada dalam PP 73 tahun 1991, yaitu membina warga belajar agar memiliki pengetahuan, ketrampilan dan sikap mental yang diperlukan untuk mengembangkan diri, bekerja mencari nafkah atau melanjutkan ketingkat atau jenjang yang lebih tinggi serta memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan sekolah.
Masalahnya, sampai saat ini keberadaan Pendidikan Non Formal belum banyak dikenal oleh masyarakat. Mengapa bisa terjadi?. padahal petugas Pendidikan Non Formal itu banyak, ada yang namanya Penilik Pendidikan Non Formal, ada Tenaga Lapangan pendidikan masyarakat, ada Tutor, ada Fasilitator Desa Intensif, ada Pamong Belajar. Ditangannyalah banyak program pendidikan non formal yang harus ditebarkan kepada masyarakat yang masih kesulitan mengakses pendidikan formal.
Dengan dukungan dana yang cukup besar, yang